DIARI DANICA

Minggu, 11 April 2021

Kultur Sekolah

 Kultur Sekolah 


           2013: 22 mendefinisikan tentang budaya sekolah merupakan himpunan norma-norma, nilai-nilai, dan keyakinan, ritual dan upacara, simbol dan cerita yang membentuk pesona sekolah. Harapan untuk membangun dari waktu ke waktu sebagai guru, administrator, orang tua dan siswa dapat bekerja sama, memecahkan masalah menghadapi tantangan dan mengatasi kegagalan. Setiap sekolah memiliki seperangkat harapan tentang yang dibahas pada rapat staf, dan bagaimana teknik mengajar yang baik dan pentingnya pengembangan staf. Dengan demikian siswa tidak hanya menuntut ilmu saja akan tetapi diajarkaan nilai-nilai dan keyakinan untuk membentuk pesona dan siswa dapat bekerjasama dengan warga sekolah lainnya untuk memecahkan masalah yang ada di dalamnya. Sekolah juga harus mampu memahami bagaimana teknik mengajar yang baik. Berikut menurut para ahli tentang pengertian kultur sekolah adalah sebagai berikut : 1 Hoy, Tarter, dan Kotkamp mendefinisikan kultur sekolah yaitu sebuah sistem orientasi bersama norma-norma, nilai, dan asumsi dasar yang dipegang oleh semua anggota sekolah dan menjaga keeratan unit dan memberikan identitas yang berbeda. Budaya culture dapat menjadi ciri khas dari suatu sekolah tersebut yang menjadi identitas yang melekat berdasarkan nilai, keyakinan, serta 15 asumsi yang berkembang di dalam sekolah. Budaya atau kultur sekolah berkembang dari waktu ke waktu sebagai pengalaman atas cerminan perilaku dari suatu sekolah Farida Hanum, 2013: 195. 2 Budaya sekolah merupakan jaringan yang kompleks tradisi dan ritual yang telah dibangun dari waktu ke waktu oleh guru, siswa, orang tua, dan administrator yang bekerja sama dalam menangani krisis dan prestasi Peterson 2002, dalam jurnal Ariefa Efianingrum 2013: 23. 3 Schein menyatakan kultur sekolah adalah hasil invensi dari suatu pola asumsi dasar, penemuan, atau pengembangan oleh suatu kelompok tertentu saat seorang belajar untuk mengatasi masalah- masalah yang diselesaikan yang dianggap baik dan valid lalu diwarisi ke warga baru, dengan cara yang benar dalam memandang, memikirkan, dan merasakan bagaimana mengatasi permasalahan tersebut Nuryadin Eko Raharjo, 2011: 16. 4 Willard Waller 1932 menyatakan sekolah memiliki sebuah kultur milik mereka sendiri seperti sekolah, ritual-ritual kompleks dalam hubungan dengan sesama, sebuah penetapan cara rakyat, dan lebih dari itu sanksi dan sebuah kode etik yang berdasarkan oleh hal –hal tersebut Deal and Peterson 2009: 5. Jadi, kultur sekolah merupakan ciri khas yang berkembang pada suatu sekolah. Ciri tersebut akan melekat pada warga sekolah terutama guru dan murid yang digambarkan dalam proses pembelajaran dan 16 interaksi antar warga sekolah yang terus berkembang dari waktu ke waktu dan mengikat kebersamaan antar warga sekolah untuk memecahkan permasalahan yang ada dan untuk memajukan mutu serta kualitas pendidikan pada sekolah tersebut. Dari beberapa penjelasan para ahli diatas, kultur sekolah memiliki pengaruh yang besar untuk pengembangan suatu sekolah, oleh karena itu peran dari kultur sekolah harus dipahami oleh seluruh warga sekolah agar semua warga sekolah dapat memecahkan permasalahan di sekolah tersebutBegitu pula dengan kebudayaan atau kultur dalam sekolah. Setiap 

sekolah memiliki budaya sekolah yang berbeda dan mempunyai 

pengalaman yang tidak sama dalam membangun budaya sekolah. 

Perbedaan pengalaman inilah yang menggambarkan adanya “keunikan” 

dalam dinamika budaya sekolah. Kondisi ini adalah normal sebagaimana 

dijelaskan oleh Bare (Siti Irene Astuti D, 2009 : 119-120) yang 

menyatakan bahwa ada beberapa karakteristik dari pendekatan 

antropologi dalam memahami dalam budaya sekolah meliputi:

“a unique mixing of ethnicity, values, experience, skills, and 

asporation: special rituals and ceremonies: unique history of 

achievement and tradition: unique socio-economic and geographic 

location”. 

Budaya sekolah menyebabkan perbedaan respon sekolah terhadap 

perubahan kebijakan pendidikan, dikarenakan ada perbedaan 

karakteristik yang melekat pada satuan pendidikan, selain itu budaya Jadi dalam hal ini budaya atau kultur sekolah mempengaruhi 

dalam dinamika kultur sekolah yang tetap menekankan pentingnya 

kesatuan, stabilitas, dan harmoni sosial pada sekolah, dan realitas sosial.

Budaya sekolah juga memperngaruhi kecepatan sekolah dalam merespon 

perubahan tergantung kemampuan sekolah dalam merancang pelayanan 

sekolah.

Sekolah merupakan sistem sosial yang mempunyai organisasi yang 

unik dan pola relasi sosial di antara para anggotanya yang bersifat unik 

pula. Hal itu disebut kebudayaan sekolah. Namun, untuk mewujudkannya 

bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak sekolah. Sekolah dapat 

bekerjasama dengan pihak-pihak lain, seperti keluarga dan masyarakat 

untuk merumuskan pola kultur sekolah yang dapat menjembatani 

kepentingan transmisi nilai (Ariefa Efianingrum, 2007: 51).

Pengertian kultur sekolah beraneka ragam. Deal dan Kennedy 

(Depdiknas Direktorat Pendidikan Menengah Umum, 2003: 3) 

mendefinisikan kultur sekolah sebagai keyakinan dan nilai-nilai milik 

bersama yang menjadi pengikat kuat kebersamaan mereka sebagai warga 

suatu masyarakat. Jika definisi ini diterapkan di sekolah, sekolah dapat 

saja memiliki sejumlah kultur dengan satu kultur dominan dan sejumlah 

kultur lainnya sebagai subordinasi. Sejumlah keyakinan dan nilai 

disepakati secara luas di sekolah, sejumlah kelompok memiliki.kesepakatan terbatas di kalangan mereka tentang keyakinan dan nilai￾nilai. Keadaan ini tidak menguntungkan, jika antara nilai-nilai dominan 

dan nilai-nilai subordinasi itu tidak sejalan atau bahkan bertentangan 

dengan membangun suatu masyarakat sekolah pro belajar atau

membangun sekolah yang bermutu.

Stolp dan Smith (Moerdiyanto, 1995: 78-86) menyatakan bahwa 

kultur sekolah adalah suatu pola asumsi dasar hasil invensi, penemuan 

oleh suatu kelompok tertentu saat ia belajar mengatasi masalah-masalah 

yang berhasil baik serta dianggap valid dan akhirnya diajarkan ke warga 

baru sebagai cara-cara yang dianggap benar dalam memandang, 

memikirkan, dan merasakan masalah-masalah tersebut. Jadi, kultur 

sekolah merupakan kreasi bersama yang dapat dipelajari dan teruji dalam 

memecahkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi sekolah dalam mencetak 

lulusan yang cerdas, terampil, mandiri dan bernurani.

Menurut Schein (Depdiknas Direktorat Pendidikan Menengah 

Umum, 2003 : 3-4), kultur sekolah adalah suatu pola asumsi dasar hasil 

invensi, penemuan atau pengembangan oleh suatu kelompok tertentu saat 

ia belajar mengatasi masalah-masalah yang telah berhasil baik serta 

dianggap valid, dan akhirnya diajarkan ke warga baru sebagai cara-cara 

yang benar dalam memandang, memikirkan, dan merasakan masalah￾masalah tersebut. Menurut Zamroni (2005: 15), kultur atau budaya dapat 

diartikan sebagai kualitas kehidupan sebuah sekolah yang tumbuh dan 

berkembang berdasarkan spirit dan nilai tertentu yang dianut sekolah. 

DOKUMEN YANG TERKAIT

PENGELOLAAN KULTUR SEKOLAH BERBASIS SYARIAH Pengelolaan Kultur Sekolah Berbasis Syariah (Studi Situs Di SMP IT Nur Hidayah Surakarta).

 0  1  17

PENGELOLAAN KULTUR SEKOLAH BERBASIS SYARIAH Pengelolaan Kultur Sekolah Berbasis Syariah (Studi Situs Di SMP IT Nur Hidayah Surakarta).

 0  3  19

Pengaruh locus of control, kultur keluarga, dan kultur sekolah pada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar : survei pada siswa-siswi kelas 3 SMP Negeri dan swasta di Kota Madya Yogyakarta.

 0  0  320

KULTUR SEKOLAH DI SMA NEGERI 5 YOGYAKARTA.

 1  22  186

KULTUR SEKOLAH DI SMA NEGERI 8 YOGYAKARTA.

 0  4  155

KULTUR SEKOLAH DI SMA GADJAH MADA YOGYAKARTA.

 0  2  166

KULTUR SEKOLAH BERBASIS TEKNOLOGI DI SMP NEGERI 2 YOGYAKARTA.

 0  1  211

STUDI TENTANG KULTUR SEKOLAH PADA SEKOLAH NASIONAL BERSTANDAR INTERNASIONAL DAN SEKOLAH BERMUTU KURANG DI KOTA YOGYAKARTA

 0  0  6

kultur budaya smk negeri 3 yogyakarta

 0  0  29

ID implementasi kawasan tanpa rokok ktr di sekolah studi kualitatif pada smp negeri

 1  7  10
  • Dokumen global
    •  
    •  
  • DUKUNGAN

  • info@id.123dok.com
  • Syarat penggunaan
  • Kebijakan tentang cara menjual dokumen
  • LINKS

  • Titles
  • Topics
Copyright 123dok © 2017.
Dokumen global

    Kategori

  • Semua
  • Bisnis
  • Karier
  • Data & Analitik
  • Desain
  • Perangkat & Hardware
  • Ekonomi & Keuangan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Teknik
  • Hiburan & Seni
  • Makanan
  • Pemerintah & Organisasi Nirlaba
  • Kesehatan & Pengobatan
  • Pelayanan kesehatan
  • Internet
  • Hubungan investasi
  • Hukum
  • Kepemimpinan & Manajemen
  • Gaya hidup
  • Marketing
  • Mobile
  • Berita & Politik
  • Presentasi & Public Speaking
  • Perumahan
  • Perekrutan & HR
  • Ritel
  • Penjualan
  • Ilmu pengetahuan
  • Perbaikan diri sendiri
  • Layanan


Diposting oleh DIARI DANICA di 06.50
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Mengenai Saya

DIARI DANICA
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ▼  2021 (3)
    • ▼  April (3)
      • Manajemen Kelas
      • Manajemen Sekolah
      • Kultur Sekolah
  • ►  2019 (1)
    • ►  November (1)
Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.